Edukasi Keracunan Makanan dan Pengolahan Makanan pada Penjamah Makanan di Kantin SMA Negeri Kota Magelang
DOI:
https://doi.org/10.35877/panrannuangku4272Keywords:
Higiene, Kantin, Keamanan Pangan, Keracunan Makanan, Pengetahuan Penjamah MakananAbstract
Pada tahun 2022, tercatat lima kasus keracunan makanan di Jawa Tengah dengan 109 korban sakit dan dua orang meninggal. Sejumlah makanan yang beredar di sekolah masih ditemukan mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin-B. Jenis makanan yang paling sering dikonsumsi siswa, yaitu nasi telur, ayam goreng, nasi goreng, mi ayam, mi instan, dan sop ayam. Menu tersebut berasal dari bahan yang rentan tercemar mikroorganisme patogen jika tidak diolah dengan tepat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya keamanan pangan serta higiene dan sanitasi pada penjamah makanan di kantin sekolah guna meminimalkan kejadian keracunan makanan. Metode yang digunakan yaitu edukasi, dengan pre-test dan post-test. Media yang digunakan yaitu power point, video, poster, dan booklet. Hasil pre-test menunjukkan 93,3% penjamah makanan memiliki pengetahuan baik. Pada post-test, 100% penjamah makanan menunjukkan pengetahuan baik. Terdapat peningkatan pengetahuan mengenai keamanan pangan serta higiene dan sanitasi pada penjamah makanan.
References
Alnasser, S., Hussain S. M., Alnughaymishi I. M., & Alnuqaydan, A. M. (2020). Pattern of Food, Drug and Chemical Poisoning in Qassim Region, Saudi Arabia from January 2017 to December 2017. Toxicology Reports, 7, 1438–42. https://doi.org/10.1016/j.toxrep.2020.10.009.
Arpan, S. G., & Alfi, S. (2024). Review ‘Healthy Meals in Schools Programme’ di Negara Singapura. Pusat pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional.
Aspiani, M., & Asep, R. (2020). Hubungan Pengetahuan, Sikap Penjamah Makanan Dan Fasilitas Sanitasi Terhadap Keamanan Pangan Di Rumah Makan Kawasan Wisata Kuliner Pantai Depok Kabupaten Bantul Tahun 2019. Prosiding University Research Colloquium, 40–47.
Putri, F. S., Nurul, H., & Rani, N. (2024). Edukasi Media Poster Keamanan Pangan Terhadap Pengetahuan, Sikap, Dan Penerapan Higiene Sanitasi Pada Penjamah Makanan Di Kantin SMKN 1 Grati. Nutriture Journal, 3(1), 45–51. https://doi.org/https://doi.org/10.31290/nj.v3i1.4056.
Badan Gizi Nasional. (2024). Petunjuk Teknis Dan Operasional Program Makan Bergizi Gratis.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan. (2022). Laporan Tahunan 2022 Balai Besar POM Di Semarang. Semarang: BBPOM.
Budiningsari, D., Prawiningdyah, Y., Prianto, J., Sekarsari, K. A., & Khoirunisa’, A. (2024) The Association Between Food Safety Knowledge and Attitude with Optimistic Bias among Food Handlers in Senior High School Canteens in Magelang City, Indonesia: Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Keamanan Pangan dengan Bias Optimis pada Penjamah Makanan di Kantin SMA Negeri di Kota Magelang, Indonesia. Amerta Nutrition, 8(3SP), 315–325.
Dinas Kesehatan Kota Magelang. (2023). Pelatihan Sanitasi Untuk Penjamah Makanan Dan Pangan Siap Saji. Magelang: Dinas Kesehatan Kota Magelang.
Ginting, N. S,. (2022). Pemkot Magelang Gelar Bimtek Untuk Dorong Pelaku UMKM Penuhi Standar Olahan Pangan Yang Baik. Tribun Jogja. https://jogja.tribunnews.com/2022/07/19/pemkot-magelang-gelar-bimtekuntuk-dorong-pelaku-umkm-penuhi-standar-olahan-pangan-yang-baik
Irawan, D. W. P. (2016). Prinsip-Prinsip Hygiene Sanitasi Makanan Minuman Di Rumah Sakit. Ponorogo: Forum Ilm.
Irfandi, A., Erna, V., Veza, A., & Meithyra, M. S. (2022). Studi Deskriptif Kondisi Hygiene Dan Sanitasi Kantin Di Universitas Esa Unggul. JCA of Health Science, 2(1), 53–58.
Kementerian Kesehatan RI. (2013). Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan.
Keputusan Menteri Kesehatan RI. (2003). Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan Dan Restoran.
Lee, H. K., Halim, H. A., Thong, K. L., & Chai, L. C. (2017). Assessment of Food Safety Knowledge, Attitude, Self-Reported Practices, and Microbiological Hand Hygiene of Food Handlers. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(1), 55. https://doi.org/10.3390/ijerph14010055.
Paratmanitya, Y., & Veriani, A. (2016). Kandungan Bahan Tambahan Pangan Berbahaya Pada Makanan Jajanan Anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Bantul. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia, 4(1), 49–55. https://doi.org/10.21927/ijnd.2016.4(1).49-55.
Putri, F. S., Hakimah, N., & Nurmayanti, R. (2024). Edukasi Media Poster Keamanan Pangan Terhadap Pengetahuan, Sikap, Dan Penerapan Higiene Sanitasi Pada Penjamah Makanan Di Kantin SMKN 1 Grati. Nutriture Journal, 3(1), 45–51.
Rahayu, W.P., Gani, I.A., Latifa, Y.K., Dewi, C., Achmadi, F., Abdy, I. & Rosniawati,. T. (2020). 5 Kunci Mengolah Pangan Dengan Aman. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Siagian, A. (2002). Mikroba Patogen Pada Makanan Dan Sumber Pencemarannya. Thesis. Universitas Sumatera Utara.
Taha, S., Osaili, T. M., Saddal, N. K., Al-Nabulsi, A. A., Ayyash, M. M., & Obaid, R. S. (2020). Food Safety Knowledge among Food Handlers in Food Service Establishments in United Arab Emirates. Food Control, 110, 106968. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2019.106968.
World Health Organization. (2015). WHO Estimates of The Global Burden of Foodborne Diseases: Foodborne Disease Burden Epidemiology Reference Group 2007 – 2015. Switzerland: WHO.
Yahya, P. N., Putri, R., Laras, S., Mertien, S., & Rachmanida, N. (2022). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Praktik Keamanan Pangan Pada Penyelenggaraan Makanan Di Sekolah. Gizi Indonesia, 45(1), 47–58. https://doi.org/10.36457/gizindo.v45i1.543.

