Revitalisasi Seni Keaktoran Ludruk melalui Kajian Budaya Poris sebagai Upaya Pelestarian Budaya

Authors

  • Berliana Abel Faurina Universitas Islam Malang
  • Siti Nurul Aini Universitas Islam Malang
  • Sari Adestia Lasa Universitas Islam Malang
  • Gilqis Afindha Yahya Universitas Islam Malang
  • Ifit Novita Sari Universitas Islam Malang

DOI:

https://doi.org/10.35877/panrannuangku3732

Keywords:

pelestarian budaya; seni Ludruk; metode Poris; partisipasi masyarakat; ekonomi kreatif; regenerasi seni

Abstract

Kesenian Ludruk kini mulai dilupakan banyak orang terutama generasi muda. Kegiatan kajian budaya ini membahas tentang upaya pelestarian seni keaktoran Ludruk melalui metode Poris sebagai strategi menjaga eksistensi budaya lokal khususnya di Jawa Timur. Fokus kegiatan ini adalah membangun minat generasi muda terhadap seni Ludruk serta memperkuat konservasi budaya. Tujuan utama kegiatan ini adalah revitalisasi seni tradisional dengan pendekatan partisipatif. Metode Participatory Action Research (PAR) diterapkan dengan melibatkan seniman lokal sebagai narasumber dalam kajian budaya dan pelatihan interaktif. Hasil menunjukkan bahwa program ini berhasil menarik minat generasi muda, meningkatkan pemahaman mereka terhadap metode Poris, serta membuka peluang ekonomi kreatif. Kolaborasi antara akademisi dan seniman memperkuat regenerasi Ludruk dan menjadikannya lebih relevan dalam konteks seni modern. Meskipun ada tantangan seperti kurangnya pengetahuan awal peserta, pendekatan ini terbukti efektif dalam rangka menghidupkan kembali Ludruk sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

References

Aisara, F., Nursaptini, N., & Widodo, A. (2020). Melestarikan kembali budaya lokal melalui kegiatan ekstrakulikuler untuk anak usia sekolah dasar. Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial, 9(2), 149–166.
Fatimah, I. (2021). Pengaruh budaya pop dalam seni pertunjukkan ludruk di surabaya tahun 1975-1995. AVATARA: E-Journal Pendidikan Sejarah, 10(2), 1–11.
Halim, P., Kusmaladewi, K., Lince, R., Rustam, R., & Musa, H. (2024). Worksohop Apresiasi Sastra Berbasis Musikalisasi Puisi Siswa SMAN 3 Kabupaten Gowa. Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 40–43.
Harisah, H., Permanasari, A. T., & Roekmana, G. M. (2022). TEKNIK ALIENASI BRECHT PADA KEAKTORAN MANG BROSOT DALAM KESENIAN UBRUG. MATRA: Jurnal Musik Tari Teater & Rupa, 1(2).
Hasan, Z., Pradhana, R. F., Andika, A. P., & Al Jabbar, M. R. D. (2024). Pengaruh globalisasi terhadap eksistensi identitas budaya lokal dan Pancasila. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(1), 73–82.
Jalal, M. (2022). Periodisasi Perubahan Potret Perjalanan Seni Tradisional Ludruk. Biokultur, 11(2).
Nahak, H. M. I. (2019). Upaya melestarikan budaya indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76.
Pratikno, A. S., & Hartatik, A. (2023). Pudarnya eksistensi kesenian tradisional ludruk akibat globalisasi budaya. Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 12(2), 56–70.
Samidi, S. (2019). Identitas Budaya Masyarakat Kota: Teater Tradisi di Kota Surabaya Pada Awal Abad XX. Indonesian Historical Studies, 3(1), 1–16.
Setyaningrum, B., & Diah, N. (2018). Budaya lokal di era global. Ekpresi Seni, 20(2), 102–112.
Siswadi, S., & Syaifuddin, A. (2024). Penelitian Tindakan Partisipatif Metode Par (Partisipatory Action Research) Tantangan dan Peluang dalam Pemberdayaan Komunitas. Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 19(2), 111–125.

Downloads

Published

2025-02-26

How to Cite

Faurina, B. A. ., Aini, S. N., Lasa, S. A. ., Yahya, G. A., & Sari, I. N. (2025). Revitalisasi Seni Keaktoran Ludruk melalui Kajian Budaya Poris sebagai Upaya Pelestarian Budaya. Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 39–43. https://doi.org/10.35877/panrannuangku3732

Issue

Section

Articles