Open Access Articles

Psikoedukasi: Peluang dan Tantangan Mewujudkan School Well-Being

by Eva Meizara Puspita Dewi , Agung Pambudi, Tri Dayanti Tamrin, Sri Nurcahaya Habiba, Nurul Hikmah, Poppy Dian, Nurul Ain, Muh. Iqbal
Program Studi Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar, Makassar, 90222, Indonesia, Indonesia
Program Studi Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar, Makassar, 90222, Indonesia, Indonesia
Program Studi Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar, Makassar, 90222, Indonesia, Indonesia
Program Studi Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar, Makassar, 90222, Indonesia, Indonesia
Program Studi Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar, Makassar, 90222, Indonesia, Indonesia
Program Studi Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar, Makassar, 90222, Indonesia, Indonesia
Program Studi Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar, Makassar, 90222, Indonesia, Indonesia
Program Studi Psikologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar, Makassar, 90222, Indonesia, Indonesia
* Author to whom correspondence should be addressed.
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat 2023, 3(1), 11-17; https://doi.org/10.35877/panrannuangku1677
Submission received: 2023-04-10 Published: 2023-03-31
(This article belongs to the Section Articles)
Download PDF

Abstract

Setidaknya ada tiga lingkungan yang membentuk kepribadian seorang anak, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial pertemanan. Setelah diasuh hanya oleh lingkungan keluarga, anak anak kemudian mulai masuk ke sekolah usia dini. Sekolahnya berlanjut sampai anak anak tumbuh menjadi remaja tengah, yaitu di jenjang SMA. Jika dihitung, anak anak remaja menghabiskan banyak waktu di sekolah daripada di tempat lain. Karena itu, perlu memperhatikan kualitas lingkungan sekolah demi meningkatkan school well being. School Well-Being dapat diartikan sebagai sekolah yang seluruh siswanya mempunyai rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental, kualitas hidup yang baik, kesehatan secara fisik dan mental agar mampu menyelesaikan tantangan, mencapai kebahagiaan, dan kepuasan dalam kehidupan. Untuk mensosialisasikan School WellBeing, peneliti mengadakan seminar yang berjudul Peluang dan Tantangan Mewujudkan School WellBeing pada Sabtu, 17 Desember 2022. Seminar ini dihadiri oleh 135 peserta yang berasal dari guru, dosen, orangtua dan siswa. Setiap peserta diwajibkan untuk mengisi pre test dan post test. Analisis data dilakukan dengan berbantuan program SPSS 25.0 dengan menggunakan teknik Wilcoxon Signed Rank-Test menunjukkan hasil analisis z sebesar -8,488b pada taraf signifikan 0,000 (p>0,05) ini menunjukkan bahwa secara kuantitatif ada perbedaan antara pengetahuan mengenai school well-being sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) mengikuti webinar.

Keywords

References

  1. Al-Raqqad, dkk. (2017). The Impact of School Bullying On Students’ Academic Achievement from Teachers Point of View. International Education Studies; Vol. 10, No. 6; ISSN 1913-9020 E-ISSN 1913-9039.

    Frost. (2010). The Effectiveness of Student Wellbeing Program and Service. Melbourne: Victorian Auditor-General Report.

    Inriyani. (2017). Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar IPS Melalui Motivasi Belajar. Jurnal Pendidikan: Teori Penelitian dan Pengembangan.Vol. 2. No. 7. Halaman 955 – 956.

    Juniarti. (2017). Upaya Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer Pada Anak Sekolah Di Pangandaran. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 1, No. 4, ISSN 1410 – 5675.

    Khatimah, H. (2015). Gambaran School Well-being pada Peserta Didik Program
    Kelas Akselerasi di SMA Negeri 8 Yogyakarta. PSIKOPEDAGOGIA, 4(1).

    Knuver A.W.M, & Brandsma H.P., (1993), “Cognitive and affective outcomes in school effectiveness research”. School effectiveness & School Improvement, Vol. 4, 189–204.

    Konu, E. A., & Rimpela, T. L. (2002). Factor structure of the school well- being model. Healt Education Research

    Munirah. (2015). Sistem Pendidikan di Indonesia: Antara Keinginan dan Realita. Jurnal Auladuna. Vol. 2 No.2

    Wyn, J., Cahill, H., Holdsworth, R., & Rowling, L., (2000), “MindMatters, a wholeschool approach promoting mental health and wellbeing”. Shirley Carson Australian and New Zealand Journal of Psychiatry Vol, 34, 594–601.

Share and Cite

Dewi, E. M. P., Pambudi, A., Tamrin, T. D., Habiba, S. N., Hikmah, N., Dian, P., … Iqbal, M. (2023). Psikoedukasi: Peluang dan Tantangan Mewujudkan School Well-Being. Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 11–17. https://doi.org/10.35877/panrannuangku1677

Article Metrics

0Views
0Downloads
Download data is not yet available.