Ecoprint Batik As An Innovation In The Lasting Of Functional Clothing Made From Local Potential Materials In Moloku Kie Raha

Batik Ecoprint Sebagai Inovasi Ketahanan Sandang Fungsional Berbahan Dasar Potensi Lokal Moloku Kie Raha

Authors

  • Iqbal Limatahu Prodi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Khairun, Jln Bandara Babullah, Kel. Akehuda Kota Ternate Utara
  • Chumidach Roini Prodi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Khairun, Jln Bandara Babullah, Kel. Akehuda Kota Ternate Utara
  • Fatma Hamid Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun
  • Nur Asbirayani Limatahu Prodi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Khairun, Jln Bandara Babullah, Kel. Akehuda Kota Ternate Utara
  • Nuraini Sirajuddin Prodi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Khairun, Jln Bandara Babullah, Kel. Akehuda Kota Ternate Utara

DOI:

https://doi.org/10.35877/454RI.mattawang4298

Keywords:

ecoprint; sandang; fungsional

Abstract

Kegiatan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini merupakan kelanjutan dari kegiatan terdahulu yaitu tentang pelatihan pembuatan batik ecoprint bagi guru-guru Biologi SMA di Kota Ternate tahun 2023 dan Ibu-ibu PKK di pulau Makian, kabupaten Halmahera Selatan tahun 2024. Kegiatan membatik tersebut dilakukan menggunakan Teknik campuran antara pounding dan steaming. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut dinilai penting untuk dilakukan kegiatan produksi batik ecoprint agar dapat dijual di pasar/toko sebagai produk khas dari bumi Moloku Kie Raha. Tanaman yang digunakan untuk membatik adalah daun kumis kucing, daun pel, bunga anggrek, daun jeruk manis, dan daun bawang, daun jati, daun afrika, dan batang kayu secang. Daun Afrika, daun jati, dan batang kayu secang dapat menghasilkan warna yang lebih menarik, tajam, dan tidak luntur pada fase fiksasi menggunakan tawas dibandingkan bahan lainnya. Hasil penilaian panelis pada uji coba produk didapatkan nilai rata-rata pada setiap indikatornya adalah 70,3 hingga 96,9. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas batik ecoprint yang dihasilkan tergolong baik namun masih harus ditingkatkan lagi sesuai dengan indikator yang diteliti.

References

AtjehUpdate. (2022). Alat dan bahan ecoprint. Diakses dari https://atjehupdate.com/alat-dan-bahan-ecoprint/
Dinas Kebudayaan Maluku Utara. (2020). Profil Kesultanan Moloku Kie Raha. Ternate: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara.
Limatahu, I. dkk. (2025). Inovasi Batik Ecoprint Berbasis Potensi Lokal Moloku Kie Raha sebagai Upaya Penguatan Sandang Berkelanjutan. Jurnal Kreativitas dan Inovasi Nusantara, 12(1), 45–56.
Limatahu, I., C. Roini, Suparman, and N. A. Limatahu, “Ecoprint batik training for biology and craft teachers using local materials from Ternate Island,” Transform. J. Pengabdi. Masy., vol. 19, no. 2, pp. 309–320, 2023, doi: 10.20414/transformasi.v19i2.8118.
Jendela Kemdikbud. (2024). Cengkeh hanya ada di Maluku. Jendela Edisi 68. Retrieved from https://jendela.kemdikbud.go.id/v2/kajian/detail/cengkeh-hanya-ada-di-maluku
Jogja Tourism Training Center. (2022). Langkah-langkah pembuatan ecoprint untuk pemula. Diakses dari https://jttc.co.id/langkah-langkah-pembuatan-ecoprint-untuk-pemula/
Kompas.com. (2023, Agustus 7). Flora dan fauna identitas Maluku Utara. Retrieved from https://regional.kompas.com/read/2023/08/07/210146278/flora-dan-fauna-identitas-maluku-utara
Kompas.com. (2022). Mengenal ecoprint dan cara membuatnya yang ramah lingkungan. Diakses dari https://lifestyle.kompas.com/read/2022/09/27/100223520/mengenal-ecoprint-dan-cara-membuatnya-yang-ramah-lingkungan
La Ode, S. (2019). Flora asli Maluku Utara dan pemanfaatannya secara tradisional. Ternate: Universitas Khairun Press.
Mitra Insani. (2025). Ecoprint: High value creativity from natural dyes. Diakses dari https://mitrainsani.or.id/en/article/ecoprint-high-value-creativity-from-natural-dyes/
Putri, A. N., & Santoso, B. (2021). Pengaruh Waktu Jeda Steaming terhadap Ketahanan Warna Batik Ecoprint pada Kain Katun. Jurnal Tekstil dan Fashion, 8(2), 45-53.
Rahmawati, L., & Prasetyo, H. (2020). Evaluasi Ketahanan Warna dan Preferensi Konsumen pada Batik Ecoprint Berbasis Bahan Alami. Jurnal Tekstil Indonesia, 15(1), 12-20.
Santoso, R., & Widya, P. D. (2021). Strategi pemasaran digital batik ecoprint melalui platform marketplace dan media sosial. Jurnal Ekonomi Kreatif dan Digital, 6(2), 112–125.
Sari, N., & Nugroho, A. (2021). Optimasi Teknik Penumbukan dalam Proses Pembuatan Batik Ecoprint untuk Meningkatkan Kualitas Warna. Jurnal Kreativitas dan Inovasi Tekstil, 5(2), 123-130.
Undip Sustainability. (2022). Ecoprint, batik ramah lingkungan dengan omzet menggiurkan. Diakses dari https://sustainability.undip.ac.id/2022/08/11/ecoprint-batik-ramah-lingkungan-dengan-omzet-menggiurkan/
Wulandari, A., Putri, D. S., & Hartono, R. (2022). Produksi batik ecoprint skala menengah: Efisiensi proses dan evaluasi preferensi konsumen. Jurnal Seni dan Kerajinan, 15(3), 45-58.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Limatahu, I., Roini, C., Hamid, F., Limatahu, N. A., & Sirajuddin, N. . (2025). Ecoprint Batik As An Innovation In The Lasting Of Functional Clothing Made From Local Potential Materials In Moloku Kie Raha: Batik Ecoprint Sebagai Inovasi Ketahanan Sandang Fungsional Berbahan Dasar Potensi Lokal Moloku Kie Raha. Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 254–262. https://doi.org/10.35877/454RI.mattawang4298

Issue

Section

Articles